31.8.16

Takhbib, Perilaku yang membuat retak rumah tangga orang lain


Dinukil dan diselia dari *"Wahai Laki-laki, Jauhi _Takhbib_"*
Mohammad Fauzil Adhim, 2016
***
Inilah peringatan Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam kepada setiap laki-laki, sudah menikah maupun belum. Perhatikan baik-baik dan jagalah dirimu agar tidak termasuk orang yang disebut dalam sabda beliau:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا
_“Bukan golonganku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang perempuan, sehingga dia melawan suaminya.”_ (HR. Abu Dawud).
***
Apakah _takhbib_ itu? Segala macam tindakan yang menyebabkan seorang istri ingin lari dari suaminya, berbagai bentuk perbuatan yang mengakibatkan istri ingin bercerai dari suaminya dan suami berkeinginan untuk meninggalkan istrinya, padahal tak ada keburukan yang patut menjadi alasan syar'i. Caranya mungkin sangat halus, mungkin juga begitu kasar dan vulgar. Tetapi apa pun itu, jika ia mendorong suami-istri berpisah padahal tidak ada masalah di antara mereka, maka itulah _takhbib._
Ada bermacam sebab seorang laki-laki melakukan _takhbib_ yang menyebabkan rusaknya rumah-tangga dan hancurnya pernikahan orang lain. Pertama, ada hasad dalam dirinya. Ia ingin menghancurkan kebahagiaan dan merusak kenikmatan berkeluarga. Tujuannya adalah menghilangkan nikmat dari orang lain dan bukan bermaksud menjadikan perempuan tersebut sebagai istrinya.
Ia tidak ridha melihat orang lain bahagia, baik itu kepada pihak perempuan, pihak laki-laki atau kepada keduanya. Sebabnya bisa bermacam-macam, tetapi wujudnya segala tindakan untuk menghilangkan kenikmatan tanpa ada maksud untuk mengambil keuntungan darinya.
Kedua, seorang laki-laki melakukan _takhbib_ karena ingin perempuan tersebut untuk menjadi istrinya. Ia melakukan berbagai upaya untuk memisahkan istri dari suaminya agar ia dapat menikahinya. Ini merupakan _takhbib_ yang sangat buruk. Andai ia kemudian dapat menikahi perempuan tersebut, maka pernikahannya jauh dari barakah.
Ketiga, seseorang melakukan _takhbib_ karena tak mampu mengendalikan diri saat bertemu lagi dengan orang yang pernah dicintainya di masa lalu.
Kadang awalnya tak ada keinginan untuk memisahkan istri dari suaminya. Tetapi ada satu hal yang perlu dikhawatiri ketika seorang laki-laki bertemu kembali dengan perempuan yang ia pernah ada perasaan terhadapnya, yakni tindakan menumbuhkan rasa cinta pada diri perempuan itu kepada dirinya, padahal ia sudah memiliki suami yang dimuliakan haknya dengan kalimat Allah Ta'ala.
Boleh jadi perempuan tersebut belum pernah mengenalnya, meskipun laki-laki itu menyukainya dalam diam. Boleh jadi pula antara keduanya pernah ada perasaan halus, tetapi tidak diikat dalam naungan syari'at. Apa pun namanya, tak patut bagi seorang laki-laki beriman membiarkan dirinya menggoda perempuan lain sehingga menentang suami dan lari darinya.
Berbekal perasaan yang pernah ada, mungkin mudah baginya mengambil hati. Tetapi ingatlah bahwa jalan yang buruk pasti akan menjauhkan barakah dari dirinya. Berlanjut kepada pernikahan ataukah terhenti pada jalinan perasaan tanpa ikatan, _takhbib_ terhadap seorang perempuan sehingga menyebabkannya melawan suami akan menjatuhkan pada keburukan. Dan tidak ada keburukan yang lebih besar dibandingkan buruknya tidak dimasukkan ke dalam golongan ummat Muhammad shallaLlahu 'alaihi wa sallam.
Sesungguhnya pernikahan itu amat suci. Tidak ada ikatan antar dua manusia yang lebih tinggi, lebih mulia dan lebih patut dijaga melebihi ikatan pernikahan.
Akad nikah itu bukan sekedar perjanjian antar dua manusia. Bahkan Allah Ta'ala sebut pernikahan sebagai _mitsaqan ghalizhan_ (perjanjian sangat berat). Hanya tiga kali, sungguh hanya tiga kali saja Allah Ta'ala gunakan istilah ini: perjanjian berupa akad nikah, perjanjian tauhid antara Allah Ta'ala dengan Bani Israil dan perjanjian tauhid antara Allah Ta'ala dan para rasul.
***
Perhatikan ini, wahai para laki-laki. Andaikata engkau mendapatkan yang engkau harapkan dengan jalan _takhbib,_ maka ini merupakan sebab musibah akhirat yang tiada ujungnya. Engkau mendapa

14.11.15

APPEAL FEDERATIONS A MUSLIM UNITY AND MOURNING


url
Paris, November 14, 2015
Several terrorist attacks have hit France with a dreadful record exceeding the hundred dead. The victims are civilians flowing in the streets or lingering in gathering places. 
This abject barbarism, claimed by Daech is the result of an international terrorism that kills indiscriminately. 
Muslim federations condemn in the strongest terms these attacks and combine with the immense pain of the parents, families and relatives of the victims and wish a speedy recovery to the many wounded. 
Muslim federations call for greater vigilance as recalled by the President of the Republic. The unity and brotherhood are our only chance to resist this blind terrorism, which is now becoming a serious and real threat to all.
These terrorists by attacking France, prey on our values. They reject freedom and democracy wherever they exist perpetrating daily bloody attacks in different countries. 
We encourage our citizens to respond favorably to the appeal made ​​by hospitals in Paris to blood donation by visiting the establishments organizing the collection of blood. 
The federations call on all Muslim mosques in France and all the faithful to raise prayers for peace in our country and the safety of our citizens. 
May Allah protect our country, France, while misfortune.
Signatories, in alphabetical order:
French Muslim Council (CFCM) 
Coordination Committee of Turkish Muslims in France (CCMTF) 
French Federation of Islamic Associations of Africa, the Comoros and the Caribbean (FFAIACA)
National Federation of the Great Mosque of Paris (FNGMP) 
Faith and Practice (F & P) 
Rally of Muslims in France (RMF) 
Union of Islamic Organizations of France (UOIF)

------------------------
Original page:
http://www.mosqueedeparis.net/appel-des-federations-musulmanes-a-lunite-et-au-deuil-national/

Translated by: Google Translate

25.10.15

ASAP DAN HUJAN: adalah relasi antara Maksiat & Taubat

ASAP DAN HUJAN: adalah relasi antara
Maksiat & Taubat

Pada zaman Nabi Musa 'Alaihis-Salam, Bani Israel ditimpa kemarau yang berkepanjangan. Mereka berkumpul mendatangi Nabi Musa,mereka berkata, "Wahai Nabi Allah, berdoalah kepada Rabb-mu agar Dia menurunkan hujan kepada kami....!"

Maka berangkatlah Nabi Musa 'Alaihis-Salam bersama kaumnya menuju padang yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang.

Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh, penuh debu, haus, dan lapar...

Nabi Musa berdoa,

إلهي ... أسقنا غيثك ... وانشر علينا رحمتك وارحمنا بالأطفال الرضع ... والبهائم الرتع والمشايخ الركع اليك ...

"Ilaahi ...! Asqinaa ghaitsak ... Wan-Syur 'alaina rahmatak ... war-Hamnaa bil-athfaalir-rudhdha' ... wal-bahaaimir-rutta' ... wal-masyaayikhir-rukka' ilaika ..."

"Tuhanku... Turunkanlah hujan kepada kami... Tebarkanlah Rahmat-Mu kepada kami, kasihilah kami demi anak-anak yang masih menyusu... Demi hewan ternak yang merumput, dan demi para orang-orang tua yang ruku' kepada-Mu ..."

Namun setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau. Kemudian Nabi Musa berdoa lagi,

"Ilaahi ... asqinaa...."

Allah-pun Berfirman kepada Nabi Musa,

يا موسى أنى أكون بغيثكم و فيكم رجل يبارزني بالمعاصي أربعين عاما ... فليخرج حتى أغيثكم ...

"Wahai Musa ... Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedang di antara kalian ada seorang hamba yang berma'siat kepada-Ku sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena sebab dialah Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian ..."

Maka Nabi Musa-pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, "Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun... Keluarlah ke hadapan kami, karena sebab engkaulah hujan tak kunjung turun ..."

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan ke kiri, tapi tidak berani keluar ke hadapan manusia. Saat itu pula dia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud, dia berkata dalam hatinya, "Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku, tapi kalau aku tidak keluar, maka hujanpun tidak akan turun..."

Maka hatinyapun gundah gulana, air matanya menetes, menyesali perbuatan ma'siatnya, sambil berkata lirih, "Ya Allah... aku telah berma'siat kepada-Mu selama 40 tahun. Selama itu pula Engkau menutupi 'aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku ..."

Tidak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebalpun bermunculan, semakin lama semakin tebal dan menghitam. Dan akhirnya hujanpun turun ...!

Nabi Musa pun keheranan dan berkata, "Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, padahal tak seorang pun yang keluar ke hadapan manusia".

Allah berfirman,

يا موسى لقد تاب وتبت عليه،  منعت عنكم الغيث بسببه، وأمطرتكم بسببه ..."

"Wahai Musa, dia telah bertaubat dan Aku telah menerima taubatnya, karena orang itulah Aku menahan hujan kepada kalian, dan karena dia pulalah Aku menurunkan hujan ..."

Nabi Musa berkata,

ربي أرني أنظر إليه، ربي أرني ذلك الرجل

"Ya Allah...Tunjukkan padaku orang itu... Tunjukkan aku pada orang itu..."

Allah berfirman,

يا موسى ... لقد سترته وهو يعصيني، أفلا أستره وقد تــاب وعـــاد إلي؟؟

"Wahai Musa, Aku telah menutupi 'aibnya padahal dia bermaksiat kepada-Ku, Apakah sekarang Aku membuka 'aibnya sedangkan ia telah bertaubat dan kembali kepada-Ku?!"

SubhaanAllaah...

Sungguh Maha Pengasih Engkau Duhai Rabbi...

Kalaulah bukan karena Engkau yang menutupi aib-aib kami...

Tentulah kami akan sangat malu di hadapan para hamba-MU...

Engkau mengetahui dosa-dosa kami...

Kemalasan kami dalam beribadah, padahal kami dilihat sebagai orang yang berTAQWA di pandangan para hamba-MU...

Engkau mengetahui kefakiran dan kebutuhan hajat kami, padahal kami dilihat sebagai orang yang KAYA di pandangan para hamba-MU...

Kami bakhil Ya Rabby... sedikit sekali kami berbagi padahal Rezqi itu dari-MU...

Engkau mengetahui kelemahan dan keluh kesah kami, padahal kami dilihat sebagai orang KUAT di pandangan para hamba-MU...

Saudaraku seiman ...

Jika Allah Ta'ala, Tuhan yang mengetahui segala perbendaharaan langit dan bumi saja menutupi segala aib hamba-NYA,

Lalu siapalah kita... Dan apalah kita... kita tidak tahu dimana kita ditempatkan kelak... apakah di Jannah-Nya... ataukah di Neraka-Nya ... ?!.

ASTAGHFIRULLAAHAL-'AZHIIM ...
ALLAAHUMMAGHFIR-LANAA ... WARHAMNAA...

Sehingga dengan entengnya menyebar luaskan aib dan keburukan saudara kita sendiri tanpa mashlahat...

Merasa seakan diri ini lebih suci, lebih alim, lebih hebat, dan lebih ahli ibadah. Padahal kita hanya lebih ahli menyebar luaskan keburukan saudara kita....

Tak sadarkah kita bahwa ternyata aib kita sendiri sudah menggunung tak terhingga...

Semoga kisah singkat ini bisa menjadi bahan renungan kita untuk selalu memperbaiki diri...

SELAGI ALLAH MENUTUPI AIB KITA...

SELAGI ALLAH BERJANJI MENGAMPUNI DOSA-DOSA KITA

Aamiin ya Rabbal A'lamiin.

Sumber: Kitab "Fii Bathnil-Huut"

9.3.15

Bagaimana masuk setup BIOS pada laptop AXIOO NEON TKM

Apakah anda pemilik Notebook AXIOO (seri TKM) yang telah diinstall windows 8?
Merasa kerepotan untuk masuk ke setup bios bila ingin merubah setingan bios? (misal untuk merubah boot order ke flashdisk boot)

Pada awal sebelum terinstall windows 8, untuk masuk ke bios cukup pencet tombol F2 saat boot, namun setelah terinstall windows ternyata tombol F2 sudah agak susah lagi untuk dipaki masuk ke bios.

Setelah coba-coba berbagai tombol dari F2, F8, Del, Esc, Ctrl akhirnya menemukan cara berikut ini:

1. Nyalakan laptop, boot normal sampai full loading windowsnya.
2. Masuk ke PC Setting dengan menggerakkan kursor ke tepi kanan layar -> klik Setting.

 3. Klik Change PC Setting
 4. Klik Update & Recovery -> Recovery -> Advanced Startup -> Restart
 5. Setelah komputer melakukan restart, akan masuk ke tampilan pilihan operasi.
6. Pilih Troubleshoot.
 7. Pilih Advanced option
8. Klik UEFI Firmware Setting
9. Setelah itu komputer akan melakukan restart, dana tara......masuk ke BIOS. Sekarang anda bisa melakukan perubahan setingan BIOS/

SELAMAT MENCOBA !!!

31.10.14

Dialah Muhammad

Ilustrasi: http://cintanabimuhammadsaw.files.wordpress.com/
Shallu 'Alan Nabiy
Oleh : Ust. Rahmat Abdullah
# diambil dari IQRO-Magz #

Apa yang Tuan fikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia, yang lahir dan dibesarkan di celah-celah kematian demi kematian orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika tak seorangpun mampu mengguratkan kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Ia produk ta’dib Rabbani (didikan Tuhan) yang menantang mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan namanya, saat muadzin mengumandangkan suara adzan.

Di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Tak seorang pembantunya pun mengeluh pernah dipukul atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda di rumah. Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan menantu tercintanya, Fathimah Azzahra dan Ali bin Abi Thalib. Fathimah merasakan kasih sayangnya tanpa membuatnya jadi manja dan hilang kemandirian. Saat Bani Makhzum memintanya membatalkan eksekusi atas jenayah seorang perempuan bangsawan, ia menegaskan: Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, apabila seorang bangsawan mencuri mereka biarkan dia dan apabila yang mencuri itu seorang jelata mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, seandainya Fathimah anak Muhammad mencuri, maka Muhammad tetap akan memotong tangannya.”

8.10.14

Sikap Al Wala' wal Bara' yang harus dimiliki seorang muslim

Al Wala secara bahasa artinya kedekatan, kecintaan dan loyalitas. Adapun Wal Bara' maknanya berlepas diri, memusuhi, membenci. Dua kata ini saling bersebrangan, namun harus dimiliki oleh seorang Muslim.....(video)

Klik untuk melihat Video.