25.10.15

ASAP DAN HUJAN: adalah relasi antara Maksiat & Taubat

ASAP DAN HUJAN: adalah relasi antara
Maksiat & Taubat

Pada zaman Nabi Musa 'Alaihis-Salam, Bani Israel ditimpa kemarau yang berkepanjangan. Mereka berkumpul mendatangi Nabi Musa,mereka berkata, "Wahai Nabi Allah, berdoalah kepada Rabb-mu agar Dia menurunkan hujan kepada kami....!"

Maka berangkatlah Nabi Musa 'Alaihis-Salam bersama kaumnya menuju padang yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang.

Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh, penuh debu, haus, dan lapar...

Nabi Musa berdoa,

إلهي ... أسقنا غيثك ... وانشر علينا رحمتك وارحمنا بالأطفال الرضع ... والبهائم الرتع والمشايخ الركع اليك ...

"Ilaahi ...! Asqinaa ghaitsak ... Wan-Syur 'alaina rahmatak ... war-Hamnaa bil-athfaalir-rudhdha' ... wal-bahaaimir-rutta' ... wal-masyaayikhir-rukka' ilaika ..."

"Tuhanku... Turunkanlah hujan kepada kami... Tebarkanlah Rahmat-Mu kepada kami, kasihilah kami demi anak-anak yang masih menyusu... Demi hewan ternak yang merumput, dan demi para orang-orang tua yang ruku' kepada-Mu ..."

Namun setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau. Kemudian Nabi Musa berdoa lagi,

"Ilaahi ... asqinaa...."

Allah-pun Berfirman kepada Nabi Musa,

يا موسى أنى أكون بغيثكم و فيكم رجل يبارزني بالمعاصي أربعين عاما ... فليخرج حتى أغيثكم ...

"Wahai Musa ... Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedang di antara kalian ada seorang hamba yang berma'siat kepada-Ku sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena sebab dialah Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian ..."

Maka Nabi Musa-pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, "Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun... Keluarlah ke hadapan kami, karena sebab engkaulah hujan tak kunjung turun ..."

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan ke kiri, tapi tidak berani keluar ke hadapan manusia. Saat itu pula dia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud, dia berkata dalam hatinya, "Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku, tapi kalau aku tidak keluar, maka hujanpun tidak akan turun..."

Maka hatinyapun gundah gulana, air matanya menetes, menyesali perbuatan ma'siatnya, sambil berkata lirih, "Ya Allah... aku telah berma'siat kepada-Mu selama 40 tahun. Selama itu pula Engkau menutupi 'aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku ..."

Tidak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebalpun bermunculan, semakin lama semakin tebal dan menghitam. Dan akhirnya hujanpun turun ...!

Nabi Musa pun keheranan dan berkata, "Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, padahal tak seorang pun yang keluar ke hadapan manusia".

Allah berfirman,

يا موسى لقد تاب وتبت عليه،  منعت عنكم الغيث بسببه، وأمطرتكم بسببه ..."

"Wahai Musa, dia telah bertaubat dan Aku telah menerima taubatnya, karena orang itulah Aku menahan hujan kepada kalian, dan karena dia pulalah Aku menurunkan hujan ..."

Nabi Musa berkata,

ربي أرني أنظر إليه، ربي أرني ذلك الرجل

"Ya Allah...Tunjukkan padaku orang itu... Tunjukkan aku pada orang itu..."

Allah berfirman,

يا موسى ... لقد سترته وهو يعصيني، أفلا أستره وقد تــاب وعـــاد إلي؟؟

"Wahai Musa, Aku telah menutupi 'aibnya padahal dia bermaksiat kepada-Ku, Apakah sekarang Aku membuka 'aibnya sedangkan ia telah bertaubat dan kembali kepada-Ku?!"

SubhaanAllaah...

Sungguh Maha Pengasih Engkau Duhai Rabbi...

Kalaulah bukan karena Engkau yang menutupi aib-aib kami...

Tentulah kami akan sangat malu di hadapan para hamba-MU...

Engkau mengetahui dosa-dosa kami...

Kemalasan kami dalam beribadah, padahal kami dilihat sebagai orang yang berTAQWA di pandangan para hamba-MU...

Engkau mengetahui kefakiran dan kebutuhan hajat kami, padahal kami dilihat sebagai orang yang KAYA di pandangan para hamba-MU...

Kami bakhil Ya Rabby... sedikit sekali kami berbagi padahal Rezqi itu dari-MU...

Engkau mengetahui kelemahan dan keluh kesah kami, padahal kami dilihat sebagai orang KUAT di pandangan para hamba-MU...

Saudaraku seiman ...

Jika Allah Ta'ala, Tuhan yang mengetahui segala perbendaharaan langit dan bumi saja menutupi segala aib hamba-NYA,

Lalu siapalah kita... Dan apalah kita... kita tidak tahu dimana kita ditempatkan kelak... apakah di Jannah-Nya... ataukah di Neraka-Nya ... ?!.

ASTAGHFIRULLAAHAL-'AZHIIM ...
ALLAAHUMMAGHFIR-LANAA ... WARHAMNAA...

Sehingga dengan entengnya menyebar luaskan aib dan keburukan saudara kita sendiri tanpa mashlahat...

Merasa seakan diri ini lebih suci, lebih alim, lebih hebat, dan lebih ahli ibadah. Padahal kita hanya lebih ahli menyebar luaskan keburukan saudara kita....

Tak sadarkah kita bahwa ternyata aib kita sendiri sudah menggunung tak terhingga...

Semoga kisah singkat ini bisa menjadi bahan renungan kita untuk selalu memperbaiki diri...

SELAGI ALLAH MENUTUPI AIB KITA...

SELAGI ALLAH BERJANJI MENGAMPUNI DOSA-DOSA KITA

Aamiin ya Rabbal A'lamiin.

Sumber: Kitab "Fii Bathnil-Huut"

9.3.15

Bagaimana masuk setup BIOS pada laptop AXIOO NEON TKM

Apakah anda pemilik Notebook AXIOO (seri TKM) yang telah diinstall windows 8?
Merasa kerepotan untuk masuk ke setup bios bila ingin merubah setingan bios? (misal untuk merubah boot order ke flashdisk boot)

Pada awal sebelum terinstall windows 8, untuk masuk ke bios cukup pencet tombol F2 saat boot, namun setelah terinstall windows ternyata tombol F2 sudah agak susah lagi untuk dipaki masuk ke bios.

Setelah coba-coba berbagai tombol dari F2, F8, Del, Esc, Ctrl akhirnya menemukan cara berikut ini:

1. Nyalakan laptop, boot normal sampai full loading windowsnya.
2. Masuk ke PC Setting dengan menggerakkan kursor ke tepi kanan layar -> klik Setting.

 3. Klik Change PC Setting
 4. Klik Update & Recovery -> Recovery -> Advanced Startup -> Restart
 5. Setelah komputer melakukan restart, akan masuk ke tampilan pilihan operasi.
6. Pilih Troubleshoot.
 7. Pilih Advanced option
8. Klik UEFI Firmware Setting
9. Setelah itu komputer akan melakukan restart, dana tara......masuk ke BIOS. Sekarang anda bisa melakukan perubahan setingan BIOS/

SELAMAT MENCOBA !!!

31.10.14

Dialah Muhammad

Ilustrasi: http://cintanabimuhammadsaw.files.wordpress.com/
Shallu 'Alan Nabiy
Oleh : Ust. Rahmat Abdullah
# diambil dari IQRO-Magz #

Apa yang Tuan fikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia, yang lahir dan dibesarkan di celah-celah kematian demi kematian orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika tak seorangpun mampu mengguratkan kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Ia produk ta’dib Rabbani (didikan Tuhan) yang menantang mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan namanya, saat muadzin mengumandangkan suara adzan.

Di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Tak seorang pembantunya pun mengeluh pernah dipukul atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda di rumah. Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan menantu tercintanya, Fathimah Azzahra dan Ali bin Abi Thalib. Fathimah merasakan kasih sayangnya tanpa membuatnya jadi manja dan hilang kemandirian. Saat Bani Makhzum memintanya membatalkan eksekusi atas jenayah seorang perempuan bangsawan, ia menegaskan: Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, apabila seorang bangsawan mencuri mereka biarkan dia dan apabila yang mencuri itu seorang jelata mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, seandainya Fathimah anak Muhammad mencuri, maka Muhammad tetap akan memotong tangannya.”

8.10.14

Sikap Al Wala' wal Bara' yang harus dimiliki seorang muslim

Al Wala secara bahasa artinya kedekatan, kecintaan dan loyalitas. Adapun Wal Bara' maknanya berlepas diri, memusuhi, membenci. Dua kata ini saling bersebrangan, namun harus dimiliki oleh seorang Muslim.....(video)

Klik untuk melihat Video.

6.9.14

Animator vs Animation

Bercerita tentang animasi yang membangkan animatornya. (video)

Klik untuk melihat video.

3.7.14

Perang Doa Pendukung Jokowi dan Prabowo

Ini bukan tentang Jokowi dan Prabowo... Tapi tentang perang Badar..


Dua pasukan telah berhadap-hadapan. Pasukan Al Haq yang dipimpin oleh Rasulullah dan pasukan Al Bathil yang dipimpin Abu Jahal telah saling melihat dan bersiaga di Badar, hari itu.

Di malam menjelang pertempuran, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan doa yang penuh kepasrahan, ketundukan dan kekhusyu’an. Sampai-sampai mantel beliau terjatuh dari pundaknya. Bahkan Abu Bakar yang turut menemani beliau berdoa sampai berkata sambil menangis: “Cukup wahai Rasulullah, cukup wahai Rasulullah.”

Dalam doanya itu, Rasulullah menyerahkan kelangsungan umat yang beribadah kepada Allah ini kepada-Nya. “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi,” doa Rasulullah diselingi isak tangis, “ya Allah, kecuali Engkau menghendaki untuk tidak disembah lagi setelah hari ini.”

Pada kelompok yang bersebarangan, Abu Jahal pun memanjatkan “doa” kepada Allah. Ia katakan “Ya Allah! Dia (Muhammad) telah menyebabkan hubungan persaudaraan antar sesama kami terputus, dia telah datang kepada kami dengan sesuat yang tidak kami kenal, karenanya, hancurkanlah dia esok hari.”

Malam itu benar-benar terjadi “perang doa”. Satu doa dipanjatkan oleh Al Amin, seseorang yang ’azizun ‘alaihi maa anittum, hariisun ‘alaikum bil mu’miniina ra’uufur-rahiim dan telah dinyatakan Allah sebagai orang yang ’ala khuluqin ‘adhiim. Sedangkan doa yang lain dipanjatkan oleh orang yang menghabiskan segala potensinya untuk menghambat dan menghadang laju dakwah.