Sekedar berbagi cerita masa kecil saja, semoga bisa menjadi inspirasi.
..............................................................................
Ini adalah ceritaku, semasa dulu awal-awal saya membulatkan diri untuk tidak pernah lagi meninggalkan shalat.
Once upon a time, kala itu saya sedang kelas 4 atau 5 SD, kira-kira tahun 1994-1995.
:: Sebagai info saja, sekolah saya di SD N Mulo 2 Wonosari, sebuah SD di tengah kampung gersang yang tidak terjangkau jalan aspal (waktu itu) ::
Pada masa-masa itu, di kampung saya Teguhan, desa Wunung ada satu istilah yang begitu sangat sakral, untuk membedakan seorang yang Islam-tus dan tidak tus (atau Islam KTP), yaitu istilah "nindakke". Nindakke artinya mengerjakan/menunaikan. Mengerjakan apa? Yaitu mengerjakan perintah agama.
Entah waktu itu bagi kalangan dewasa kata "nindakke" dimaknai sejauh mana, tapi bagi kami anak-anak, "nindakke" dimaknai dengan sholat 5 waktu tidak pernah bolong. Barangsiapa yang shalat tapi kadang masih bolong, berarti belum "nindakke", atau "nindakke"-nya batal. Harus mengulang lagi dari 0.




