**Artikel ini diambil dari Fimadani
Menurut Ustadz Arifin Ilham, sedikitnya ada 9 ciri untuk mengetahui apakah seseorang yang mengaku ustadz, habib, atau ulama, merupakan dukun atau bukan. Dikutip dari blog Metafisis, berikut ini kami paparkan ciri-ciri dukun yang mengaku ulama tersebut.
Dukun akan mengunakan semua cara untuk memperdaya paseinnya, terutama yang sangat awam pengetahuan Syariat Islam, bahkan kalau perlu mengunakan gelar kehormatan ulama, seperti Kiyai, Ustadz, Habib, dan sebagainya. Untuk itu kenalilah dukun berbaju mulia ini, diantaranya:
1. Tidak mengunakan nama aslinya, tetapi nama yang dikesankan ada “kedigjayaan”
Inilah ciri khas para dukun dan paranormal. Mereka sangat suka menggelari diri mereka dengan sebutan-sebutan aneh dan menyiratkan kesaktian. Para dukun juga menggelari mereka sendiri dengan julukan ‘Ki’ contoh : Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dan lain-lain. Yang bergelar ‘ustadz’ pun tidak sedikit, padahal nama aslinya bisa jadi adalah ‘Muhammad Susilo Wibowo’
2. Hobbi sekali memamerkan kesaktiaannya
Salah satu contoh yang sering muncul di TVRI dan JakTV adalah ‘Ustadz Fulan’ yang suka memamerkan kesaktiannya, yakni tidak mempan disayat dengan pedang atau alat tajam lainnya. Juga para dukun dan paranormal lainnya suka mendemonstrasikan kesaktian, seperti atraksi kekebalan, debus, tenaga dalam, dan lain-lain.
3. Ilmu Syariat agamanya tidak mumpuni
Dukun yang berkedok ustadz selalu membawa ciri khas dukun, yaitu sama sekali kurang dalam dalil baik dari Al-Qur’an dan sunnah. Dakwahnya mengajak pada kesyirikan dan kesesatan.
4. Memanfaat para tokoh untuk melegalisir prakteknya, yang sebenarnya tokoh tersebut belum tahu persis praktek tersembunyinya karena sang dukun menampilkan kesan seakan seusai “syariat”
‘Ustadz Fulan’ yang sering muncul di TVRI dan JakTV, misalnya, sering mengundang ustadz-ustadz selebritis seperti Ustadz Jefri Al Bukhori, Ustadz Solmed, dan lainnya untuk duduk bersama pada acara mengiklankan pengobatan padepokannya.
5. Prakteknya ikhtilaath menjamah bukan mahramnya
Peruqyah syar’i sangat anti menyentuh secara langsung pasiennya, jikapun harus memakai sarung tangan itupun untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan ‘Ustadz Fulan yang sering muncul di TV, sangat suka menyentuh non mahram hingga bersentuhan kulit. Dan di padepokannya terlihat berikhtilat bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tidak dipisah sama sekali.
6. Berani bayar media untuk promosinya
Sebagian orang menyangka stasiun televisi yang menanyangkan acara ustad-ustadz dukun tersebut yang mengundang sang ustadz. Jangan dikira kemunculan itu gratis dan dibayar! Justru dukun berbaju ustadz inilah yang membayar TV agar bisa tampil promosi pengobatan perdukunannya.
7. Dengan bahasa mahar, infak, namun jelas tarifnya “wah”, disertai ancaman kalau tidak segera diobati akan mati, kalau tidak segera ditransfer doanya tidak sampai, penyakit tidak sembuh, dan sebagainya
Ciri khas dukun ialah sangat suka menakut-nakuti pasiennya bahwa sakitnya berat, maka pengobatannya lama dan harus bayar mahar yang tinggi sampai puluhan juta mengalahkan pengobatan kedokteran. Ustadz Fulan yang sering muncul di TV suka mengancam pasiennya jika tidak melunasi hutangnya maka penyakitnya tidak sembuh dan tidak akan didoakan oleh dia.
8. Disertai aksi tipudaya menakuti seperti bekam darahnya ada cacingnya, rumah ada hantunya, kena santet, dan sebagainya.
Dukun sangat suka menipu, setiap ada pasien yang datang selalu dikatakan kena santet dan pasti akan keluar benda-benda aneh dari dalam telur atau ketika dibekam yang semuanya itu cuma trik sulap belaka.
9. Memberi azimat atau amalan yang tidak berdasar
Ciri khas dukun yaitu memberi azimat, termasuk dalam hal ini Ustadz Fulan yang sering muncul di TV memberi azimat pada pasiennya, atau menggunakan media azimat ketika mengobati.
“Sungguh, wajib kusampaikan karena korban sudah berjatuhan. Semoga sahabatku selamat dari tipudaya menyesatkan ini,” pungkas Ustadz Arifin Ilham
5.9.12
4.9.12
Aplikasi untuk Belajar Logika Pemrograman
Namanya SCRATCH.
Aplikasi ini ditampilkan dalam bentuk blok-blok yang mewakili skrip bahasa program.
Tentang Scratch
Scratch adalah bahasa pemrograman yang memudahkan anda untuk membuat aplikasi interaktif, animasi, game, musik, dan seni - dan berbagi kreasi Anda di web.
Di sini sembari membikin dan berbag aplikasi, kita bisa belajar ide-ide matematika dan komputasi yang penting, selain juga belajar untuk berpikir kreatif, rasional sistematis, dan bekerja sama.
Scratch dirancang dengan menekankan pembelajaran dan pendidikan.
Scratch dapat digunakan dalam banyak lingkungan: sekolah, museum, pusat komunitas, dan di rumah. Hal ini dimaksudkan terutama untuk anak usia 8 sampai 16 tahun, dengan tidak menutup kemungkinan untuk orang tua, tenaga pendidik, dan mahasiswa dalam kaitannya sebagai pengantar ilmu komputer/logika komputer/programming.
Aplikasi ini bisa anda download di www.scratch.mit.edu
Atau bisa klik langsung di sini:
Untuk komputer Mac OS klik di sini
Untuk komputer Linux klik di sini
Untuk komputer Windows XP/ Vista/ 7 klik di sini
3.9.12
Jilbab modis tapi kurang syar'i atau kurang modis tapi syar'i?
**Artikel diambil dari www.islamedia.web.id
Pertama kali aku begitu terkesima dengan teduh dan sahajanya dirimu dalam berpakaian, meski saat itu aku belum begitu paham tentang aturan apa itu jilbab syar’ie..
Begitu damai, tenang, dan merasa nyaman didekatmu, ditambah sunggingan senyum dan salam disaat setiap kali bersua…
Aku juga tak pernah tau sebelumnya mengapa engkau kenakan jilbab lebar berkibar, tapi jujur saat itu memandangmu begitu damai, dan hati ini pun terhentak ingin rasanya bisa sepertimu, hmm,..
Meski kudengar tak sedikit orang yang mencibir dengan gaya busanamu yang tak up to date saat itu, …seperti karung beras berjalanlah, seperti kue lemperlah..dan segala gelaran-gelaran buruk lainnya.
Seiring waktu berjalan, dan Engkau tetap istiqomah dalam balutan jilbabmu yang panjang menjuntai, tak sekedar menutup dada bahkan lebih sehingga model bajumupun tak terlihat (tapi memang saat itu model gamis sangat simple)
Alhamdulillah atas kuasa Allah jua, banyak kalangan mulai menggemari trend jilbab itu, dari artis hingga pejabat, model jilbabpun semakin berkembang. Senyum penuh kesyukuran pasti menghampiri seluruh jilbaber sepertimu yang sekian tahun berjibaku memperjuangkan kebebesan berjilbab. Dan kini……..jilbab pun menasional, bahkan aturan sekolah ada yang mewajibkan siswinya wajib mengenakan jilbab dihari tertentu, meski itu sekolah negeri biasa.
Engkau tentu masih ingat…..betapa perjuangan “melegalkan” jilbab kala itu dipenuhi uraian airmata, kesedihan, intimidasi, “pengucilan” dan berbagai rintangan lainnya. Ada diantara kita yang harus melawan peraturan tidak boleh berjilbab ketika belajar disekolah negeri, dan bahkan ada yang harus pindah sekolah untuk mempertahankan jilbabnya.
Dan masih sangat jelas terngiang pula perjuangan foto berjilbab kala itu mengharuskan engkau keluar jam pelajaran untuk di intimidasi pihak sekolah karena bersikukuh mempertahankan jilbab agar tetap bertengger dalam foto ijazahmu. Ya karena engkau yakin itulah izzahmu, perintah Allah yang tak boleh dilanggar karena engkau takut akan adzabNya yang pedih. Bukan takut akan cacian manusia, yang didengungkan akan menghalangi aktivitasmu kelak dalam dunia kerja, hhh..
Dan kini waktu berlalu, sudah bukan syaithan namanya jikalau tidak menghalangi langkah manusia dalam kebenaran, tipu dayanya begitu halus, ya kan ukhty..?
Segala macam cara mereka gunakan untuk bisa melucuti pakaian takwa itu, tentu kalian pernah mendengar kisah Adam AS dan Hawa yang terpedaya oleh bujukan iblis sehingga memakan buah terlarang yang pada akhirnya melucuti pakaian dan tampaklah auratnya beginilah dalam Al Quran dikisahkan agar kita manusia terutama muslimah bisa mengambil hikmahnya.
Iblis senantiasa berfikir untuk merubah kehidupan Adam dan Hawa kepada jalan yang sesat dan berusaha mengeluarkan mereka dari syurga, firman Allah dalam surat Thaahaa (20):17:
“Maka kami berkata, ‘Hai Adam, sesungguhnya ini(iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari syurga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka”
Dan kemudian iblis menggoda Adam agar memakan buah dari pohon terlarang, kemudian Allah SWT murka dan mengeluarkan mereka dari surgaNya. Seperti dikisahkan dalam surat Thaahaa 120, iblis berkata kepada Adam “Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
Kemudian setelah itu iblis berkata “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal dalam syurga.” Dan dia(syetan) bersumpah kepada keduanya, ‘sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua’”(Al A’raaf (7):20-21)
Dan juga dalam Qs Thaahaa (20): 120-123 : “Kemudian syetan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa? Maka keduanya memakan dari pohon itu lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun(yang ada di) syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman, ‘turunlah kamu berdua dari syurga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebagian yang lain’”.
Begitulah kisah Adam yang ditipudaya Iblis dengan tipuan yang halus, tidaklah mereka mengatakan tipuan dengan hal yang menakutkan tapi dengan hal yang menggiurkan,..
Saat ini mode telah begitu menguasai dunia dengan dalih ini kan jilbab Islami,..kita tetap dapat gaul, meski berjilbab, janganlah jilbab panjang-panjang nanti masyarakat takut dan kita dicap teroris atau istri teroris?..
Atau jilbab itu bisalah panjang tapi sedikit dikasih peniti juntai diatas kepala nih kan manis, begitu kata sebagian mereka, atau adalagi yang mengakali dibelah sampingnya biar tak ketinggalan mode n terlihat jadoel, atau sering iklan-iklan itu mengusikmu, jilbab paris semriwing yang murah meriah, padahal seharusnya harus ditambahkan kain untuk mendobel kerudung itu..
Ukhty pasti masih tersimpan rapi dicatatanmu atau bahkan ingatanmu kriteria-kriteria jilbab syar’ie itu kan?.. kemana jilbab-jilbab panjang nan tebal yang dulu itu? Dulu begitu hikmat kita mengikuti kajian tentang surah An Nuur dan Al Ahzab bahkan tak jarang dari kita berurai airmata karena malu dan takut pada Allah belum bisa bersegera memenuhi perintah Allah tentang berpakaian yang sesuai syari’at itu seperti wanita-wanita Anshar yang bersegera merobek gorden rumah mereka untuk dijadikan jilbab ketika ayat tentang hijab turun sehingga dikisahkan wanita-wanita Anshar keluar dan seakan-akan di atas kepala mereka bertengger burung gagak hitam karena pakaian yang mereka kenakan.
Ukhty yakinkan perintah Allah tidak pernah berubah dan cocok sepanjang zaman dan seharusnyalah zaman itu yang mengikuti Al Qur an bukan sebaliknya dalam surat Al Ahzab :59 dituliskan “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dan juga dalam QS An Nuur 31 …”Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,..”
Perintah Allah begitu jelas tak perlu ditawar agar muslimah itu menutupkan kain kudung ke dada, dan tentunya arti dada disini tidak serta merta hanya bagian dada tetapi area selingkaran dengan dada yaitu punggung lengan dan juga dibawahnya, karena perbuatan demikian lebih menutup aurat dan menjaga kemuliaan.
Ukhty masihkah Engkau ingat dalam banyak materi kajian bahwa sebagai seorang muslim harus pintar dalam hal ini berarti harus berilmu, sehingga muslimah itu harus smart bahasa kerennya, tidak asal ikut-ikutan tanpa tahu itu sesuai syari’at atau tidak. Jadi itulah yang dahulu senantiasa menjadi prinsip kita untuk senantiasa mengaji meski sesibuk apapun kita karena itulah kekuatan ruhiah yang akan mensuplai semangat kinerja kita apapun posisinya
Lantas disini tiada salahnya kita mengkaji ulang tentang cara smart kita berpakaian, tak apalah dulu teori sudah diluar kepala namun sekarang kita ulang lagi semoga ilmu tentang jilbab syar’ie ini kian barokah. Kembali kita lihat catatan tentang hadits nabi, Beliau bersabda: “Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih).
Ibnu Abdil Barr berkata : “Yang dimaksud oleh Nabi SAW dalam hadits ini adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tipis, yaitu pakaian yang dapat menampakkan bentuk(lekuk) tubuh dan tidak bersifat menutupi. Oleh karenanya para wanita tersebut dikatakan berpakaian namun pada hakikatnya telanjang”Dinukil oleh as-Suyuthi dalam Tanwiirul Hawaalik(III/103).
Ukhty, telah sampaikah pula sebuah riwayat dari Ummu ‘Alqamah bin Abu ‘Alqamah, ia berkata :”Aku melihat Hafshah binti ‘Abdurrahman bin Abu Bakar masuk menemui ‘Aisyah. Ketika itu, Hafshah sedang memakai khimar berbahan tipis sehingga keningnya terlihat. ‘Aisyah lantas merobek khimar itu, seraya berkata : Tahukah kamu apa yang Allah turunkan dalam surat An Nuur?’ Kemudian, ‘Aisyah minta diambilkan khimar(yang tebal), lalu ia memakaikannya kepada Hafshah.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (VIII/46)
Begitulah ukhty kisah para shahabiyah yang begitu semangat dan senantiasa patuh terhadap aturan syari’at dan bagi kita bukankah tak ada ruginya ketika mencontoh keimanan mereka, karena sebaik-baik generasi adalah yang terdekat dengan Rasulullah kemudian sesudahnya, dan seterusnya.
Muslimah harus cerdas begitu juga dalam mengikuti perkembangan mode harus bisa mensiasati dan pandai memilah saat membeli pakaian pun dalam berbisnis pakaian muslimah. Ukhty bukankah telah sampai kepada kita kajian tentang syarat-syarat jilbab syar’ie :
1. Menutup seluruh badan selain bagian yang dikecualikan(muka dan telapak tangan)
2. Tidak dijadikan perhiasan
3. Jilbab itu harus tebal tidak tipis
4. Jilbab harus longgar, tidak ketat
5. Tidak dibubuhi parfum atau minyak wangi
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
8. Tidak berupa pakaian Syuhrah(sensasi) baik itu terlalu mewah karena mahal ataupun terlalu murahan yang dipakai untuk menunjukkan sikap zuhud dan dilakukan atas dasar riya’
Semua itu agar kita tetap berpakaian sesuai dengan aturan yang telah diturunkan dalam Al Quran, sehingga ridlo Allah senantiasa ada bersama kita. Namun demikian semua kembali kepada muslimah itu sendiri karena kehidupan didunia ini adalah pilihan baik atau fujjar. Allah berfirman dalam QS Al Baqarah 256 :” Tak ada paksaan dalam agama, Telah jelas yang lurus dari yang sesat. Maka barangsiapa mengingkari taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada simpul yang kuat, yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Mengetahui”.
Ukhty aku yakin kalian adalah muslimah cerdas yang tak berhenti mencari ilmu sampai disini sehingga kita senantiasa mencari ilmu itu lagi, lagi dan lagi agar keimanan itu selalu dekat dengan kita.
Ukhty bisa langsung membaca buku-buku muslimah terkait jilbab seperti Kriteria Busana Muslimah karya Syeikh Nashirudin Al Albani, Tipe Wanita Muslimah karya syeikh Hasan Al Bana, Wanita Pilihan di sisi Para Nabi dan Rasul karya Abdussalam Abu Ala’, Majelis Wanita karya Prof Dr. Falih bin Muhammad bin Falih Ash-Shughayyir, Kewajiban Wanita Muslimah karya Ummu Amru Binti Ibrahim Badawi, dan kitab-kitab lain masih banyak lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu-satu.
Juga jangan pernah jauh dari teman-teman shalihah yang senantiasa duduk dan berdzikir dalam majelis Ilmu. Nabi bersabda “Suatu Engkaum yang duduk-duduk bersama dan dzikir bersama niscaya para malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat melimpah kepada mereka, turun ketenangan terhadap mereka, dan Allah menyebut mereka kepada yang berada disisiNya”(HR Muslim). Dan juga sabda Nabi SAW “Barangsiapa menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya dengan ilmu tersebut jalan menuju syurga”(HR Muslim).
Ukhty, semoga kita senantiasa istiqomah dalam jilbab syar’ie dan senantiasa meningkatkan kualitas diri dengan tak bosan menuntut ilmu(dienul Islam).
Dan tak lagi aku katakan..”Ukhty aku rindu jilbab panjangmu”, karena aku kini lega, tersenyum dan kembali bisa memandangmu dalam balutan jilbab syar’ie, engkau kian teduh dan berjalan malu-malu seperti sedia kala aku bersua denganmu..
*Rawasari dipertengahan malam yang larut 210611…
Anindya Sugiyarto
Ibu Rumah Tangga yang Merindukan Surga
28.8.12
Memilih legowo
Ada sebuah kisah:Konon di suatu zaman, ada sebuah desa yang sangat makmur, dipimpin oleh seorang lurah yang sangat bijaksana, cukup disegani dan disayangi rakyatnya. Desanya makmur, dan tentrem. Tapi meskipun demikian, entah karena alasan apa lurah tersebut memilih sekdes (sekretaris desa) yang kurang berkenan di hati rakyatnya, dan dirasa tidak tepat menjadi pemimpin pimpinan mereka.
Alkisah suatu hari si lurah berjalan-jalan seorang diri ke sebuah pegunungan yang di situ ada sebuah kadipaten. Kadipatennya cukup besar, dan saat itu sedang berlangsung musim pergantian adipati. Adipati yang memimpin kadipaten tersebut ternyata tidak cukup mumpuni dalam memimpin dan mengelola sehingga kemakmuran rakyatnya tidak begitu kelihatan. Rakyat yang miskin masih banyak. Ternyata, berita kepiawaian si lurah dalam mengelola sudah menyebar ke seantero penjuru angin, ke pasar-pasar, ke warung-warung, dan sebagainya.
Tak ayal lagi, sebagian rakyat
kadipaten yang mengetahui perjalanan si lurah ke daerahnya, mencalonkan
si lurah untuk menggantikan adipati sekarang. Pemimpin yang
kepiawaiannnya sangat mereka idam-idamkan. Pemimpin yang mereka harapkan
akan membawa perbaikan dan perubahan di kadipatennya.
Namun ternyata tidak semua rakyat pegunungan menyetujui rencana tersebut. Apa sebab?
Karena mereka yang sebagian itu mengetahui bahwa jika si lurah menjadi
adipatinya, desa yang ditinggalkan si lurah akan dipimpin oleh sekdes
yang tidak berkenan di hati rakyat desa itu. Dan itu akibatnya tidak
lebih baik daripada keadaan kadipatennya saat ini.
Setelah
berembug dalam suasana yang hangat akhirnya penduduk kadipaten di
pegunungan tersebut tidak jadi mengajukan si lurah untuk menggantikan
adipati sekarang.
Mereka legowo dengan keadaan mereka saat ini, demi
menolong saudara mereka di desa asal si lurah agar keadaannya tidak
lebih buruk daripada apa yang mereka alami. Bagi mereka, adipati
sekarang masih lebih baik ketimbang si sekdes.
Lebih baik berbagi
keadaan baik, daripada dia menjadi sangat baik tetapi saudaranya yang
lain jadi berkeadaan lebih buruk. Toh berita kepiawaian si lurah itu
hanya mereka dengar dari pasar-pasar dan warung-warung. Tidak pernah
mereka melihat sendiri atau merasakannya sendiri.
Dan akhirnya,
si lurah tetap memimpin desa asalnya, dan si adipati tetap memimpin
kadipaten gunung itu dengan banyak syarat perbaikan kepemimpinan dan
pengelolaan.
##seandainya saja jakarta mau untuk seperti kadipaten itu ... (#era: pilkada Jakarta)
##seandainya saja rakyat indonesia mau untuk seperti kadipaten itu ... (#era: pilpres 2014)
20.7.12
Modus anak hilang
POLRI INFO :
Pesan ini ditujukan kepada setiap wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja. Jika kalian menemukan anak menangis di jalan dengan
menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tsb. Bawalah anak itu ke kantor polisi dan mhon jangan bawa anak itu ke alamat tsb. Ini adalah modus baru seorang penjahat untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA, MENCULIK WANITA .

Mohon info ke semua teman. Jangan ragu untuk membagi. Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita. Dan orang yg penting dlm hidup anda
... Info : Divisi Humas Mabes POLRI,
DIBACA DULU JGN DIHAPUS DEMI
KESELAMATAN ANDA, INFO : HUMAS
MABES POLRI
(mohon sudi copas dan sebarkan ke group manapun yang anda punya, partisipasi anda akan menyelamatkan kehormatan temen kita
Pesan ini ditujukan kepada setiap wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja. Jika kalian menemukan anak menangis di jalan dengan
menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tsb. Bawalah anak itu ke kantor polisi dan mhon jangan bawa anak itu ke alamat tsb. Ini adalah modus baru seorang penjahat untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA, MENCULIK WANITA .

Mohon info ke semua teman. Jangan ragu untuk membagi. Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita. Dan orang yg penting dlm hidup anda
... Info : Divisi Humas Mabes POLRI,
DIBACA DULU JGN DIHAPUS DEMI
KESELAMATAN ANDA, INFO : HUMAS
MABES POLRI
(mohon sudi copas dan sebarkan ke group manapun yang anda punya, partisipasi anda akan menyelamatkan kehormatan temen kita
20.6.12
Mengubah angka jadi kata-kata
Bagaimanakah menjadikan angka menjadi kata-kata agar tidak salah ketik? misalnya dalam pembuatan kuitansi.
ex. :
Rp. 12.000,-
terbilang: Dua belas ribu rupiah

Gunakan skrip di bawah inipada macro VBA.
================================
Function sbt(c As Long)
If (c = 2 ) Then sbt = “puluh”
If (c = 3 ) Then sbt = “ratus”
If (c = 4 ) Then sbt = “ribu”
If (c = 5 ) Then sbt = “puluh”
If (c = 6 ) Then sbt = “ratus”
If (c = 7 ) Then sbt = “juta”
If (c = 8 ) Then sbt = “puluh”
If (c = 9 ) Then sbt = “ratus”
If (c = 10 ) Then sbt = “milyar”
If (c = 11 ) Then sbt = “puluh”
End Function
Private Function nm(cx As String)
If (cx = “1″ ) Then nm = “satu”
If (cx = “2″ ) Then nm = “dua”
If (cx = “3″ ) Then nm = “tiga”
If (cx = “4″ ) Then nm = “empat”
If (cx = “5″ ) Then nm = “lima”
If (cx = “6″ ) Then nm = “enam”
If (cx = “7″ ) Then nm = “tujuh”
If (cx = “8″ ) Then nm = “delapan”
If (cx = “9″ ) Then nm = “sembilan”
If (cx = “0″ ) Then nm = “nol”
End Function
Function bilang(angka As String ) As String
Dim ang As Long
Dim bulat As String
Dim bul As Long
Dim x As Long
Dim pos As Long
Dim z As String
Dim w As String
Dim y As Long
Dim k1 As String
Dim k2 As String
Dim yy As Long
Dim ext As String
Dim stp As Long
Dim v As String
ang = Len( angka )
bulat = angka
bul = Len( bulat )
x = bul
stp = 0
Do While (x > 0 )
pos = bul – x + 1
z = Mid(bulat, pos, 1 )
w = Mid(bulat, pos )
y = Len(w)
If (z <> “0″ ) Then
‘jika angkanya bukan nol
If ( z = “1″ And ( y = 2 Or y = 5 Or y = 8 Or y = 11 ) ) Then
‘jika angka 1 dan merupakan puluhan, puluh ribu, puluh juta, puluh milyar
v = Mid(bulat, pos + 1, 1 )
If ( v = “1″ ) Then
‘ jika angka belakangnya = 1
k1 = “sebelas ”
yy = y – 1
k2 = sbt( y – 1 )
ElseIf (v = “0″ ) Then
‘jika angka belakangya = 0
k1 = “se”
k1 = k1 & sbt( y )
k1 = k1 & ” ” & sbt( y – 1 )
k2 = “”
Else
‘jika angka di belakngnya bukan 1 ataupun 0
k1 = nm( v ) & ” belas”
yy = y – 1
k2 = sbt( y – 1 )
End If
stp = 0
ext = k1 & ” ” & k2
x = x – 1
ElseIf ( z = “1″ And pos = 1 And ( y = 3 Or y = 4 Or y = 6 Or y = 9 ) ) Then
‘ jika angka 1 di posisi paling depan dan merupakan ratusan, ribuan, ratusan ribu, ratusan juta
k1 = “se”
k2 = sbt( y )
ext = k1 & k2
ElseIf ( z = “1″ And ( y = 3 Or y = 6 Or y = 9 ) And Mid(bulat, pos + 1, 1 ) = “0″ And Mid(bulat, pos + 2, 1) = “0″ ) Then
k1 = “se”
k2 = sbt( y ) & ” ” & sbt( y – 2 )
ext = k1 & k2
x = x – 2
ElseIf ( z = “1″ And ( y = 3 Or y = 6 Or y = 9 ) ) Then
‘ jika angka 1 di posisi ratusan, ratusan ribu, ratusan juta
k1 = “se”
k2 = sbt( y )
ext = k1 & k2
ElseIf ( z <> “1″ And ( y = 3 Or y = 6 Or y = 9 ) And Mid( bulat, pos + 1, 1 ) = “0″ And Mid(bulat, pos + 2, 1 ) = “0″ ) Then
‘jika buka angka 1 dan merupakan ratusan bulat, ratusan ribu bulat, ratusan juta bulat
k1 = nm(z)
k2 = sbt(y) & ” ” & sbt(y – 2)
ext = k1 & ” ” & k2
x = x – 2
ElseIf ( z <> “1″ And (y = 5 Or y = 8 Or y = 11 ) And Mid(bulat, pos + 1, 1 ) = “0″ ) Then
k1 = nm( z )
k2 = sbt(y) & ” ” & sbt( y – 1 )
ext = k1 & ” ” & k2
x = x – 1
Else
k1 = nm( z )
k2 = sbt( y )
ext = k1 & ” ” & k2
End If
ElseIf ( z = “0″ And ( y = 4 Or y = 7 Or y = 10 ) And stp = 0 ) Then
‘jika angka 0 dan merupakan ribuan, jutaan, milyaran
If (Mid( bulat, pos – 1, 1 ) <> 0 ) Then
ext = sbt( y )
End If
stp = 1
Else
ext = “”
End If
If (ext <> “” And bilang <> “” ) Then
bilang = bilang & ” ” & ext
ElseIf (ext <> “” And bilang = “” ) Then
bilang = ext
End If
x = x – 1
Loop
bilang = UCase(Mid(bilang, 1, 1 ) ) & Mid(bilang, 2 ) & ” rupiah”
End Function
Sub baru()
End Sub
=============================
ex. :
Rp. 12.000,-
terbilang: Dua belas ribu rupiah
Gunakan skrip di bawah inipada macro VBA.
================================
Function sbt(c As Long)
If (c = 2 ) Then sbt = “puluh”
If (c = 3 ) Then sbt = “ratus”
If (c = 4 ) Then sbt = “ribu”
If (c = 5 ) Then sbt = “puluh”
If (c = 6 ) Then sbt = “ratus”
If (c = 7 ) Then sbt = “juta”
If (c = 8 ) Then sbt = “puluh”
If (c = 9 ) Then sbt = “ratus”
If (c = 10 ) Then sbt = “milyar”
If (c = 11 ) Then sbt = “puluh”
End Function
Private Function nm(cx As String)
If (cx = “1″ ) Then nm = “satu”
If (cx = “2″ ) Then nm = “dua”
If (cx = “3″ ) Then nm = “tiga”
If (cx = “4″ ) Then nm = “empat”
If (cx = “5″ ) Then nm = “lima”
If (cx = “6″ ) Then nm = “enam”
If (cx = “7″ ) Then nm = “tujuh”
If (cx = “8″ ) Then nm = “delapan”
If (cx = “9″ ) Then nm = “sembilan”
If (cx = “0″ ) Then nm = “nol”
End Function
Function bilang(angka As String ) As String
Dim ang As Long
Dim bulat As String
Dim bul As Long
Dim x As Long
Dim pos As Long
Dim z As String
Dim w As String
Dim y As Long
Dim k1 As String
Dim k2 As String
Dim yy As Long
Dim ext As String
Dim stp As Long
Dim v As String
ang = Len( angka )
bulat = angka
bul = Len( bulat )
x = bul
stp = 0
Do While (x > 0 )
pos = bul – x + 1
z = Mid(bulat, pos, 1 )
w = Mid(bulat, pos )
y = Len(w)
If (z <> “0″ ) Then
‘jika angkanya bukan nol
If ( z = “1″ And ( y = 2 Or y = 5 Or y = 8 Or y = 11 ) ) Then
‘jika angka 1 dan merupakan puluhan, puluh ribu, puluh juta, puluh milyar
v = Mid(bulat, pos + 1, 1 )
If ( v = “1″ ) Then
‘ jika angka belakangnya = 1
k1 = “sebelas ”
yy = y – 1
k2 = sbt( y – 1 )
ElseIf (v = “0″ ) Then
‘jika angka belakangya = 0
k1 = “se”
k1 = k1 & sbt( y )
k1 = k1 & ” ” & sbt( y – 1 )
k2 = “”
Else
‘jika angka di belakngnya bukan 1 ataupun 0
k1 = nm( v ) & ” belas”
yy = y – 1
k2 = sbt( y – 1 )
End If
stp = 0
ext = k1 & ” ” & k2
x = x – 1
ElseIf ( z = “1″ And pos = 1 And ( y = 3 Or y = 4 Or y = 6 Or y = 9 ) ) Then
‘ jika angka 1 di posisi paling depan dan merupakan ratusan, ribuan, ratusan ribu, ratusan juta
k1 = “se”
k2 = sbt( y )
ext = k1 & k2
ElseIf ( z = “1″ And ( y = 3 Or y = 6 Or y = 9 ) And Mid(bulat, pos + 1, 1 ) = “0″ And Mid(bulat, pos + 2, 1) = “0″ ) Then
k1 = “se”
k2 = sbt( y ) & ” ” & sbt( y – 2 )
ext = k1 & k2
x = x – 2
ElseIf ( z = “1″ And ( y = 3 Or y = 6 Or y = 9 ) ) Then
‘ jika angka 1 di posisi ratusan, ratusan ribu, ratusan juta
k1 = “se”
k2 = sbt( y )
ext = k1 & k2
ElseIf ( z <> “1″ And ( y = 3 Or y = 6 Or y = 9 ) And Mid( bulat, pos + 1, 1 ) = “0″ And Mid(bulat, pos + 2, 1 ) = “0″ ) Then
‘jika buka angka 1 dan merupakan ratusan bulat, ratusan ribu bulat, ratusan juta bulat
k1 = nm(z)
k2 = sbt(y) & ” ” & sbt(y – 2)
ext = k1 & ” ” & k2
x = x – 2
ElseIf ( z <> “1″ And (y = 5 Or y = 8 Or y = 11 ) And Mid(bulat, pos + 1, 1 ) = “0″ ) Then
k1 = nm( z )
k2 = sbt(y) & ” ” & sbt( y – 1 )
ext = k1 & ” ” & k2
x = x – 1
Else
k1 = nm( z )
k2 = sbt( y )
ext = k1 & ” ” & k2
End If
ElseIf ( z = “0″ And ( y = 4 Or y = 7 Or y = 10 ) And stp = 0 ) Then
‘jika angka 0 dan merupakan ribuan, jutaan, milyaran
If (Mid( bulat, pos – 1, 1 ) <> 0 ) Then
ext = sbt( y )
End If
stp = 1
Else
ext = “”
End If
If (ext <> “” And bilang <> “” ) Then
bilang = bilang & ” ” & ext
ElseIf (ext <> “” And bilang = “” ) Then
bilang = ext
End If
x = x – 1
Loop
bilang = UCase(Mid(bilang, 1, 1 ) ) & Mid(bilang, 2 ) & ” rupiah”
End Function
Sub baru()
End Sub
=============================
Subscribe to:
Posts (Atom)
